Bojonegoro, 29 Juli 2025 – Pondok Pesantren MBS Al Amin Bojonegoro menggelar kegiatan Transfer Knowledge bersama Trensains pada Selasa (29/7/2025) di Aula Simponi. Acara ini dihadiri oleh seluruh stakeholder PP MBS Al Amin Bojonegoro, termasuk Mudir, Badan Pembina Pesantren (BPP), serta seluruh jajaran asatidzah. Sementara itu, dari pihak Trensains hadir Mudir Trensains Sragen, Ust. Mohammad Fahrurroni, M.Pd.
Dalam sambutannya, Ketua BPP Ust. H. Zainuddin menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Trensains. “Kedatangan Trensains memberikan ilmu yang baik untuk pengelolaan pondok. Manajemen ma’had, termasuk pengalaman dari Trensains Sragen, akan kami simak dan catat dengan baik. Sekecil apa pun ilmunya, bahkan yang terlihat sepele, jika disampaikan bisa berdampak besar bagi perkembangan pondok,” ujarnya.
Ust. Roni—sapaan akrab Ust. Mohammad Fahrurroni, M.Pd.—mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan undangan untuk berbagi pengalaman. Dalam pemaparannya, beliau menceritakan perjalanan Trensains sejak awal berdiri.
“Awalnya, Darul Ihsan berdiri tahun 2006, kemudian resmi lahir tahun 2007. Tahun 2008-2010 masih dalam fase pengenalan (intro). Posisi pemimpin sangat penting dalam fase ini, harus dipegang oleh orang yang progresif,” jelasnya.
Beliau juga menjelaskan konsep pengembangan Trensains dengan pendekatan manajemen Nail It (mengembangkan kelebihan lembaga) dan Growth (fokus pada potensi riset unggulan). “Ketika berkembang, lembaga harus menunjukkan potensi yang dimiliki. Kami mengembangkan kurikulum STEMA (Sains, Technology, Engineering, Mathematics, dan Al-Qur’an) serta menerapkan sistem PDCA (Plan, Do, Check, Action) untuk menghadapi tantangan program,” tambahnya.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar manajemen pendidikan, pengembangan kurikulum, dan strategi penguatan pesantren.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi lebih lanjut antara PP MBS Al Amin Bojonegoro dan Trensains dalam memajukan pendidikan berbasis sains dan keislaman. (S.to)