Bojonegoro, 5 Desember 2025 — Dalam upaya menjamin akuntabilitas dan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan, instrument Monitoring dan Evaluasi (Monev) ASAS 2025-2026 resmi digelar. Kegiatan yang berlangsung di SMP MBS Al Amin Bojonegoro ini dipimpin langsung oleh Pengawas Pendidikan Nasional, Dra. Sri Mardiany, M.Pd.
Monev ASAS, yang secara khusus menyasar program pendidikan dan tata kelola satuan pendidikan seperti madrasah, dirancang untuk memastikan setiap kebijakan dan program berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Tujuannya adalah menilai tingkat keefektifan, efisiensi, serta akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan.
“Instrumen ini bukan sekadar rutinitas. Ini adalah alat strategis untuk mengumpulkan data yang akurat guna perbaikan berkelanjutan, mendeteksi hambatan di lapangan, memastikan standar kualitas, dan yang terpenting, memberikan masukan berbasis bukti bagi pengembangan kebijakan ke depan,” tegas Sri Mardiany dalam pemaparannya, Jumat (5/12/2025).
Ia menekankan bahwa proses ini mengedepankan prinsip transparansi dan pemberdayaan, selaras dengan tujuan awal pembangunan pendidikan yang lebih profesional dan partisipatif. Semua pemangku kepentingan diharapkan dapat terlibat aktif untuk memberikan gambaran utuh tentang implementasi program di sekolah.
Secara khusus, Sri Mardiany memberikan apresiasi terhadap sejumlah capaian positif yang telah diidentifikasi selama proses monev berlangsung. “Untuk hasil-hasil positif yang sudah diperoleh, kami mengharapkan agar ini tidak berhenti. Justru harus terus ditingkatkan dan dijadikan praktik terbaik yang bisa direplikasi,” pesannya.
Keberadaan Monev ASAS 2025-2026 diharapkan menjadi pendulum pengendali kualitas. Data dan temuan yang dihasilkan nantinya akan menjadi bahan kajian mendalam bagi Kementerian Pendidikan dan instansi terkait untuk menyusun langkah-langkah strategis, sehingga kebijakan pendidikan di masa mendatang dapat lebih tepat sasaran, responsif terhadap kebutuhan, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan guru, tenaga kependidikan, serta komite sekolah, yang terlibat dalam sesi diskusi dan pengisian instrumen evaluasi. (S.to)