Bojonegoro, 25 April 2026 – Geliat inovasi dan semangat keilmuan membara di Aula Simponi, SMP MBS Al Amin Religi (Riset dan Teknologi) Bojonegoro, pada Sabtu (25/4/2026). Karya- karya riset yang menggabungkan nilai-nilai keislaman dengan teknologi mutakhir dipamerkan dalam kegiatan Seminar RELIGI (Riset dan Teknologi) tahunan yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Acara yang menghadirkan seluruh jajaran siswa, guru, serta pengurus pondok pesantren ini turut dihadiri oleh puncak pimpinan pondok, yakni Mudir PP MBS Al Amin Religi Bojonegoro, Ustadz M. Hafidz Syarifuddin, S.Kom, M.Pd, beserta jajaran Badan Pembina Pesantren (BPP). Hadir pula Dewan Pakar PP MBS Al Amin Bojonegoro, Ibu Afriza Umami, Ph.D. , seorang akademisi dan peneliti senior yang memberikan sentuhan akademis kelas dunia terhadap setiap proyek riset yang dipresentasikan. Kehadiran para tokoh pendidikan dan pakar ini menunjukkan dukungan penuh terhadap gerakan riset di kalangan santri sekaligus menjadi jembatan antara inovasi pesantren dengan standar keilmuan global.
Dalam sambutannya, Ustadz M. Hafidz Syarifuddin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap gelaran seminar ini. Menurutnya, kegiatan riset bukan sekadar tugas akademik, melainkan fondasi penting dalam mewujudkan mutu pendidikan unggulan di lingkungan MBS Al Amin.
“Kegiatan seperti ini adalah langkah strategis untuk memberikan pengalaman nyata dan pengetahuan dasar tentang riset kepada para santri. Saya berharap, dari program RELIGI ini akan lahir generasi santri yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga memiliki intelek yang mumpuni dalam bidang sains dan teknologi,” ujar Ustadz Hafidz di hadapan puluhan peserta dan tamu undangan.
Sementara itu, Ibu Afriza Umami, Ph.D., dalam sela-sela sesi peninjauan karya, memberikan apresiasi mendalam terhadap kualitas riset yang dihasilkan para santri. Ia menyoroti bagaimana proyek-proyek seperti Smart Fire Fighter Robot dan NA-SOAP tidak sekadar meniru teknologi yang sudah ada, tetapi mampu mengadaptasi nilai-nilai lokal dan keagamaan menjadi solusi konkret.
“Saya melihat bibit-bibit peneliti handal di sini. Meskipun masih di jenjang SMP, mereka sudah berani mencoba melakukan riset. Inilah keunggulan kompetitif santri MBS Al Amin,” ujar wanita berhijab yang juga dikenal luas di kalangan akademisi nasional tersebut
Kehadiran seorang doktor dan pakar di bidangnya menjadi nilai tambah tersendiri, karena setiap proyek yang dipresentasikan mendapatkan masukan langsung dari perspektif keilmuan tingkat tinggi, mulai dari metodologi penelitian, validitas data, hingga potensi publikasi ilmiah.
Seminar yang digelar di Aula Simponi tersebut menjadi ajang pameran hasil penelitian dari berbagai tingkatan, mulai dari kelas 7 hingga kelas 8. Setiap kelompok bergantian maju mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri, guru, serta para undangan yang hadir.
Dari kelas 8A misalnya, ditampilkan proyek “Smart Fire Fighter Robot” , sebuah robot otonom yang dirancang untuk mendeteksi dan memadamkan api secara dini menggunakan sensor api (flame sensor) dan sensor ultrasonik. Inovasi ini menjadi solusi cerdas atas keterlambatan respons pemadam kebakaran konvensional yang kerap terkendala akses jalan sempit atau kemacetan.
Tak kalah menarik, kelas 7A memukau pengunjung dengan proyek “NA-SOAP (Natural Soap)” , sabun herbal berbasis ekstrak daun sirih dan lidah buaya yang diformulasikan sebagai antiseptik alami. Produk ini menjadi solusi preventif untuk menjaga kebersihan kulit dan mencegah penyakit skabies di lingkungan pesantren yang padat.
Sementara itu, kelas 7B mengusung energi terbarukan melalui “Mini Water Wheel Generator” , sebuah pembangkit listrik mikro yang memanfaatkan aliran air untuk menghasilkan energi ramah lingkungan. Inovasi ini menjadi bukti bahwa teknologi bersih dapat dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita.
Kelas 7C bahkan berhasil menciptakan antiperspiran alami dari bunga kecombrang (Etlingera elatior) , yang terbukti efektif mengurangi bau badan tanpa efek samping bahan kimia berbahaya. Kelas 8B meluncurkan “Smart LPG Regulator” berbasis mikrokontroler dengan sensor gas dan asap untuk pendeteksian kebocoran dini—sebuah terobosan keselamatan rumah tangga yang sangat dibutuhkan di era modern. Adapun kelas 8C mempersembahkan “Green Ink” dari ekstrak daun kersen, tinta ramah lingkungan yang aman untuk tangan dan tidak meninggalkan noda berbahaya.
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini ditutup dengan sesi presentasi dan tanya jawab interaktif antara para peneliti muda, dewan guru, serta Dewan Pakar. Ibu Afriza Umami, Ph.D., secara khusus memberikan sesi feedback teknis kepada kelompok-kelompok terbaik, membimbing mereka untuk bisa melangkah lebih jauh hingga tingkat lomba riset nasional.
Antusiasme peserta tampak dari deretan pertanyaan kritis yang diajukan, menandakan bahwa budaya ilmiah mulai mengakar kuat di lingkungan sekolah berbasis pesantren ini. Dengan terselenggaranya Seminar RELIGI 2026, SMP MBS Al Amin Religi (Riset dan Teknologi) Bojonegoro semakin mengukuhkan diri sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam moral dan keagamaan, tetapi juga menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya para ilmuwan dan inovator muda yang siap membawa perubahan bagi masyarakat, bangsa, dan agama. (s.to)