BOJONEGORO – Sebuah kebanggaan menghampiri SMA MBS Al Amin Bojonegoro. Dua santri berbakat, Ahmad Izzuddin dan Hayya Azzainatan Haqqiyah, sukses mewakili Jawa Timur dalam ajang Jambore Nasional Generasi Hijau (JGH) 2025 yang berlangsung di Jakarta pada 4–9 September 2025. Acara tahunan edisi ke-11 ini mempertemukan para penggerak lingkungan muda dari seluruh Indonesia.
Keikutsertaan Izzuddin dan Hayya mencatatkan sejarah tersendiri bagi sekolah berbasis Pesantren tersebut. Mereka menjadi generasi ketiga dari MBS Al Amin yang lolos dalam seleksi nasional JGH—sebuah kompetisi ketat yang diikuti ribuan pelajar dari Sabang hingga Merauke.
“Dengan ketekunan dan tekad yang kuat, akhirnya kedua siswa kami bisa lolos di tengah persaingan yang sangat ketat. Ini adalah kebanggaan luar biasa bagi kami semua,” ujar Kepala SMA MBS Al Amin Bojonegoro, saat ditemui awak media, Rabu (10/9).
Apresiasi tak hanya datang dari lingkungan sekolah. Ibu Wakil Bupati Bojonegoro Dra. Hj. Nurul Azizah, MM, juga memberikan perhatian istimewa kepada kedua santri tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan dukungan penuh dan semangat agar Izzuddin dan Hayya terus belajar, terutama karena mereka akan bertukar pikiran dengan sesama siswa dari berbagai daerah di Indonesia.
“Momen seperti ini sangat penting untuk tumbuh kembang menjadi generasi yang cerdas, berwawasan lingkungan, dan berdaya saing nasional,” pesan orang nomor dua di Bojonegoro itu.
Salah satu peserta, Hayya Azzainatan Haqqiyah, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. “Saya sangat senang bisa menjadi satu dari sekian ribu pelajar Indonesia yang lolos. Saya bangga bisa membawa nama sekolah hingga ke tingkat nasional. Ini juga membuktikan bahwa santri tidak memiliki hambatan untuk menggapai mimpi di luar pesantren, sama seperti anak-anak sekolah negeri biasa,” tutur Hayya penuh semangat.
Lebih lanjut, Hayya mengaku pengalaman mengikuti JGH 2025 memberi dampak besar pada dirinya. “Saya jadi lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Saya juga bangga karena bisa mengembangkan bakat public speaking di depan teman-teman dari Sabang sampai Merauke,” tambahnya.
Jambore Nasional Generasi Hijau sendiri dikenal sebagai wadah pengembangan kapasitas generasi muda di bidang lingkungan hidup, kepemimpinan, dan komunikasi publik. Keikutsertaan Izzuddin dan Hayya diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lain, terutama dari lingkungan pesantren, untuk berani melangkah ke panggung nasional.
“Kami ingin menunjukkan bahwa santri modern tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing dalam isu-isu global seperti pelestarian lingkungan dan keterampilan abad 21,” pungkas Kepala SMA MBS Al Amin.
Dengan torehan ini, Bojonegoro kembali mencatatkan nama di kancah nasional melalui generasi mudanya yang tangguh, cerdas, dan berhati hijau. (s.to)
