Prestasi di bidang IPS menjadi bukti pembinaan berkelanjutan pesantren dalam mengembangkan potensi dan daya saing santri
BOJONEGORO – Deretan prestasi gemilang kembali menghiasi nama besar Pondok Pesantren (PP) MBS Al Amin Religi Bojonegoro. Kini, giliran seorang santri kelas 9A, Afiq Alfian Firdaus, yang berhasil menyabet empat medali sekaligus dalam ajang kompetisi bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tingkat nasional. Prestasi ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata dari sistem pembinaan berkelanjutan yang menjadi ciri khas pesantren berbasis riset dan teknologi ini.
Putra dari pasangan Muas Firdaus dan Wijianti, yang beralamat di Jalan Soekarno-Hatta RT.001 RW.001, Desa Bakung, Kanor, Bojonegoro, ini berhasil mengharumkan nama lembaga dan daerahnya di kancah nasional. Dalam beberapa ajang kompetisi yang diikutinya, Afiq berhasil meraih:
· Medali Emas (Gold Medal) pada Kompetisi Airlangga Competition 20 yang diselenggarakan oleh PT. Lentera Pendidikan Indonesia.
· Medali Perak (Silver Medal) pada ajang Festival Olimpiade Nasional (FOSNAS) 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Kejuaraan Pelajar Nusantara (PUSKANTARA).
· Medali Perunggu (Bronze Medal) pada Olimpiade Sains dan Bahasa Tingkat Nasional (OSBTN) yang diselenggarakan oleh Lembaga Prestasi Pelajar (LPP).
· Medali Perunggu (Bronze Medal) pada Golden Achievement Olympiad (GAO) yang juga diselenggarakan oleh Lembaga Prestasi Pelajar (LPP).
Pencapaian ini tentu tidak lepas dari ekosistem pendidikan yang dibangun oleh PP MBS Al Amin Religi. Sekolah yang juga dikenal sebagai pilot project Pesantren Muhammadiyah Sistemik (PMS) ini memiliki komitmen kuat untuk tidak sekadar mencetak siswa pintar, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing global .
Kepala sekolah dan para pengasuh pesantren secara konsisten menekankan pentingnya pembinaan jangka panjang dan penanaman 9 Nilai Kepondokan sebagai landasan karakter . Hal ini sejalan dengan filosofi bahwa “prestasi bukan dadakan,” melainkan hasil dari proses belajar mengajar dan bimbingan yang rutin serta berkesinambungan . Bahkan, pesantren yang telah meraih akreditasi Unggul (Mumtaz) ini secara aktif mendorong santrinya untuk mengikuti berbagai kompetisi sebagai bagian dari strategi mengasah mental kompetitif dan mengukur kemampuan di kancah nasional .
Dengan adanya fasilitas bimbingan belajar (bimbel) dan kolaborasi dengan berbagai pihak, para santri seperti Afiq diberikan wadah untuk mengembangkan minat dan bakatnya. Hal ini sesuai dengan visi pesantren yang ingin mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan (sains), tetapi juga kokoh dalam iman dan takwa .
Bagi para calon wali santri, terutama yang tengah mencari lembaga pendidikan untuk jenjang SMP dan SMA, prestasi Afiq Alfian Firdaus adalah salah satu dari sekian banyak bukti bahwa MBS Al Amin Religi adalah tempat yang tepat untuk membangun masa depan. Bupati Bojonegoro bahkan menilai pesantren ini sebagai lokomotif pendidikan yang mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah tersebut .
Dengan sistem yang terstruktur, integrasi nilai agama dan sains, serta komitmen melahirkan lulusan yang berakhlak mulia, MBS Al Amin Religi Bojonegoro hadir sebagai pilihan utama bagi generasi penerus bangsa. (s.to/red)