Buah Ketekunan: Santri MBS Al Amin Hafal 30 Juz dan Melanjutkan ke Madinah

Bojonegoro, 16 Mei 2026 – Di tengah gempuran layar ponsel dan kecerdasan buatan yang menguasai keseharian remaja, seorang santri Pondok Pesantren MBS Al Amin Religi (Riset dan Teknologi) Bojonegoro justru memilih menyibakkan malam dengan ayat-ayat suci. Namanya, Ghulam Dzaky Hilma Yafie.
Setelah menempuh pendidikan enam tahun (tiga tahun SMP dan tiga tahun SMA), ia berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an melalui metode tasmik yang digelar selama dua hari, 14–15 Mei 2026.
Prestasi ini bukan sekadar tambahan baris di ijazah. Ia menjadi bukti nyata bahwa seorang santri bisa menguasai riset dan teknologi, sekaligus khatam hafalan kitab suci. Liputan ini menyajikan bagaimana MBS Al Amin mencetak generasi rabbani yang beradab, berilmu, dan berteknologi.
Ghulam Dzaky pertama kali menginjakkan kaki di MBS Al Amin saat masuk jenjang SMP. Saat itu, ia belum menyangka akan menyelesaikan hafalan 30 juz. Yang ia tahu, pesantren ini memiliki program tahfidz terstruktur dengan target minimal 5 juz, namun santri bersemangat tinggi didorong hingga 30 juz.
“Saya ingat, ustadz bilang: ‘Hafalan itu bukan tentang cepat, tapi tentang istiqomah.’ Enam tahun saya jalani rutinitas: subuh muraja’ah, ba’da maghrib setoran, dan malam sebelum tidur mengulang lagi. Tidak pernah terasa berat karena lingkungan mendukung,” ujar Ghulam.
Selama enam tahun, ia tak pernah absen dari program tahfidz camp, tahsin intensif, hingga ujian kenaikan juz setiap semester. Semua itu ia lakukan sambil mengikuti kurikulum riset dan teknologi.

Puncak perjalanan Ghulam Dzaky adalah pelaksanaan tasmik pada 14–15 Mei 2026. Tasmik merupakan ujian setoran hafalan 30 juz secara utuh di hadapan tim penguji yang terdiri dari ustadz tahfidz dan kyai pondok. Selama dua hari, ia harus melafalkan hafalan dari juz 1 hingga 30 tanpa melihat mushaf.
Tim penguji menyatakan Ghulam Dzaky lulus dengan predikat Jayyid Jiddan (sangat baik). Ia tidak hanya hafal teks, tetapi juga memahami makhraj dan tajwid dengan benar.
Prestasi itu tidak terjadi dalam ruang hampa. Ghulam Dzaky adalah produk dari sistem pendidikan terintegrasi yang menjadi ciri khas MBS Al Amin Religi Bojonegoro.
Menurut data internal pesantren, dari 28 lulusan angkatan 2026, sebanyak 14 santri diterima di PTN favorit (ITS, UNM, UB, IAIN, dan Poltek Malang). Ghulam Dzaky menjadi satu-satunya hafidz 30 juz pada tahun ini yang akan melanjutkan studi ke Madinah.
Hal ini membuktikan bahwa MBS Al Amin Religi Bojonegoro bukanlah pesantren biasa. Dengan tagline “Beradab, Berilmu, dan Berteknologi”, lembaga ini berhasil menunjukkan bahwa hafalan Al-Qur’an dan penguasaan riset modern dapat diajarkan secara simultan.
Ghulam Dzaky Hilma Yafie hanyalah satu dari sekian banyak bintang yang lahir dari pesantren ini. Bagi masyarakat yang mencari lembaga pendidikan menengah atas yang memadukan iman, sains, dan teknologi, MBS Al Amin layak menjadi pilihan utama.
“Jangan takut bercita-cita setinggi langit. Tapi tetaplah membumi dengan sujud panjang.”
— Pesan Kyai Zainuddin untuk seluruh santri

Bagikan :

Artikel Lainnya

Buah Ketekunan: Santri MBS Al Am...
Bojonegoro, 16 Mei 2026 – Di tengah gempuran layar ponsel dan ...
Lulus dari Pesantren, Santri Pon...
Bojonegoro, Sabtu (16/5/2026) – Suasana haru, bangga, dan penu...
Psikologi Anak Kunci Sukses Guru...
Bojonegoro, 14 Mei 2026 – Pemahaman psikologi anak menjadi fak...
SANTRI GO PUBLIK! SMA MBS AL AMI...
Bojonegoro – Sebuah gebrakan fenomenal terjadi di lingkungan P...
PP MBS Al Amin: Inspirasi Mumtaz...
Bojonegoro, (09/05/2026)– Dalam rangka meningkatkan mutu pendi...
PP MBS Al-Amin Religi Bojonegoro...
Bojonegoro – Sebuah cahaya harapan bagi pendidikan Islam di Bo...

Hubungi kami di : 082337067220

Kirim email ke kamiadmin@smambsalamin.sch.id

Download App Sekolah

Alamat: Jl. Basuki Rahmat No.92, Mojo Kp., Mojokampung, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur 62119