Malang, 29 Juni 2025 – Pelatihan penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pembelajaran Riset & Teknologi Terapan memasuki hari kedua dengan agenda diskusi kelompok yang dipandu oleh Syaifullah, M.Pd. Para peserta dibagi ke dalam beberapa tim untuk menyusun SOP supervisi matrikulasi, mencakup Hafalan Dasar, Bahasa Arab-Inggris, Deep Learning Strategy, Mind Mapping, serta SOP deteksi potensi dan mapping bakat untuk penjurusan akademik dan Tahfidz. Selain itu, mereka juga merancang SOP teknik belajar efektif seperti Active Learning, SQ3R, Peta Konsep, dan Deep Learning Environment, serta strategi advokasi kerja sama dengan lembaga riset dan universitas.
Setelah melalui proses diskusi intensif, setiap kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka. Di penghujung acara, Gus Ipul—sapaan akrab Syaifullah—menekankan pentingnya konsistensi dan adaptasi dalam implementasi SOP tersebut. “Ini bukan sekadar dokumen, tapi panduan operasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren,” ujarnya.
Kegiatan ini dinilai sangat strategis dalam mempersiapkan pondok pesantren bersaing di era global, dengan mengintegrasikan pendekatan modern dalam pembelajaran di pesantren. Diharapkan, SOP yang disusun dapat menjadi fondasi penguatan mutu pendidikan berbasis riset dan teknologi. (S.to)