Lulus dari Pesantren, Santri Pondok Pesantren Muhammadiyah MBS Al Amin Tembus Kampus Bergengsi

Bojonegoro, Sabtu (16/5/2026) – Suasana haru, bangga, dan penuh makna menyelimuti halaman Pondok Pesantren MBS Al Amin Religi (Riset dan Teknologi) Bojonegoro. Puluhan mata para wali santri tampak berkaca-kaca saat prosesi wisuda angkatan keenam yang dijuluki Optimus Generation resmi digelar.

Sebanyak 28 santri dilepas dalam acara yang juga dirangkaikan dengan wisuda tahfidz 30 juz. Momentum ini bukan sekadar perpisahan, melainkan penguatan nilai perjuangan, iman, ilmu, dan akhlak di era teknologi.

Acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri oleh unsur pimpinan pesantren, Ketua LP2M, BPP PP MBS Al Amin, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro, Pimpinan Daerah Aisyiyah, dewan guru, serta para wali santri.

Salah satu kebanggaan dalam wisuda kali ini adalah prestasi akademik para lulusan. Dari 28 santri yang dinyatakan lulus, 14 di antaranya berhasil menembus perguruan tinggi favorit, baik negeri maupun swasta.

Rinciannya:

  • Tiga santri diterima di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Malang (UNM), dan Universitas Brawijaya (UB).

  • Empat santri melanjutkan studi di perguruan tinggi keagamaan negeri (IAIN).

  • Tiga santri diterima di politeknik negeri di Malang.

  • Sisanya diterima di sejumlah perguruan tinggi swasta dan masih menunggu hasil SNBT sesuai pilihan masing-masing.

Dalam sambutannya, Mudir Pesantren menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh wali santri.

“Terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang telah diberikan selama enam tahun. Ini bukan sekadar masa pendidikan, tetapi telah membentuk ikatan keluarga dan silaturahim besar di MBS Al Amin,” ujara dengan suara bergetar.

Ia juga memohon maaf apabila masih banyak kekurangan selama proses mendidik. Kepada para lulusan, ia berpesan:

“Lulus bukan berarti selesai. Jadilah kader yang mampu mengajarkan ilmu, rendah hati, jalankan panca jiwa pesantren, berkarakter, dan berintegritas. Jangan malu menjadi santri, tapi juga jangan sombong sebagai santri.”

Perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro, H. Thoyyibun Nuha, Lc., M.Pd., mengapresiasi para wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di pesantren.

“Pesantren hari ini menjadi benteng utama pembentukan akhlak generasi muda di tengah derasnya tantangan zaman,” tegasnya.

Puncak acara adalah khutbatul wada’ (pidato perpisahan) dari Kyai Pondok Pesantren MBS Al Amin, KH. Zainuddin, AS. Dengan nada tenang namun menusuk kalbu, ia membuka pesannya dengan mengutip QS Al-Mujadilah ayat 11.

“Keberhasilan kalian hari ini adalah buah dari ketekunan, perjuangan, dan doa dari banyak pihak. Doa orang tua, doa guru, doa kalian sendiri. Maka syukuri.”

Ia menegaskan bahwa Allah menjanjikan kemuliaan bagi mereka yang memadukan iman dan ilmu.

“Iman menjadi pondasi. Ilmu menjadi penerang akal. Ilmu yang dimiliki harus diamalkan, bukan untuk kesombongan ataupun kepentingan dunia semata.”

Beliau juga berpesan kepada para asatidz (guru). Di usia pesantren yang baru menginjak 11 tahun, Kyai Zainuddin menyebut MBS Al Amin berada pada fase emas pencarian keteladanan.

“Guru harus menjadi navigator dari arus teknologi yang berkembang pesat. Teknologi adalah wasilah, alat. Tapi sentuhan kasih sayang guru tidak dimiliki oleh robot. Jangan biarkan robot menggantikan peran kalian sebagai pendidik yang membumi. ”

Rangkaian wisuda semakin khidmat dengan pelaksanaan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an 30 juz oleh santri bernama Ananda Gulam Dzaky H.Y. Ia sebelumnya telah menyelesaikan tasmik (setoran hafalan) selama dua hari, yakni pada Kamis-Jumat, 14–15 Mei 2026.

Seluruh hadirin memberikan tepuk tangan meriah ketika Ananda Gulam menerima piagam wisuda tahfidz sebagai bukti hafalannya yang sempurna atas 30 juz Al-Qur’an.

Dengan semboyan “MBS Al Amin Beradab, Berilmu, dan Berteknologi”, pesantren ini semakin mantap mencetak generasi unggul yang tidak hanya siap bersaing secara global, tetapi juga kokoh dalam iman, akhlak, dan pengabdian.

Satu pesan terakhir dari Kyai Zainuddin masih membekas di benak para lulusan:

“Jangan takut bercita-cita setinggi langit. Tapi tetaplah membumi dengan sujud yang panjang. Miliki iman yang kokoh sebagai filter, ilmu yang luas agar tidak mudah tertipu, dan akhlak utama sebagai mahkota kalian.”

Bagikan :

Artikel Lainnya

Buah Ketekunan: Santri MBS Al Am...
Bojonegoro, 16 Mei 2026 – Di tengah gempuran layar ponsel dan ...
Lulus dari Pesantren, Santri Pon...
Bojonegoro, Sabtu (16/5/2026) – Suasana haru, bangga, dan penu...
Psikologi Anak Kunci Sukses Guru...
Bojonegoro, 14 Mei 2026 – Pemahaman psikologi anak menjadi fak...
SANTRI GO PUBLIK! SMA MBS AL AMI...
Bojonegoro – Sebuah gebrakan fenomenal terjadi di lingkungan P...
PP MBS Al Amin: Inspirasi Mumtaz...
Bojonegoro, (09/05/2026)– Dalam rangka meningkatkan mutu pendi...
PP MBS Al-Amin Religi Bojonegoro...
Bojonegoro – Sebuah cahaya harapan bagi pendidikan Islam di Bo...

Hubungi kami di : 082337067220

Kirim email ke kamiadmin@smambsalamin.sch.id

Download App Sekolah

Alamat: Jl. Basuki Rahmat No.92, Mojo Kp., Mojokampung, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur 62119