Bojonegoro, 11 Desember 2025 – Suasana hikmat dan penuh rasa ingin tahu menyelimuti Aula Simponi, Kamis (11/12), saat SMP MBS Al-Amin Bojonegoro menyelenggarakan Seminar Project Religi (Riset dan Teknologi) tahap kedua. Agenda tahunan ini menjadi bukti nyata integrasi keimanan, ilmu pengetahuan, dan teknologi dalam proses pembelajaran di pondok pesantren modern.
Kegiatan yang dihadiri oleh Badan Pembina Pesantren (BPP), Mudir, Dewan Pakar, seluruh guru, serta siswa tersebut dibuka secara resmi oleh Kyai PP MBS Al-Amin, KH. Zainuddin, As. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi tinggi dan mendorong peningkatan continu kegiatan serupa. “Acara seperti ini harus terus ditingkatkan untuk memotivasi semangat dan minat belajar para santri,” tegasnya.
Kepala SMP MBS Al-Amin Religi, Ust. Miftachul Afif Abduh, M.Pd., dalam sambutan pembuka mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya seminar. “Terima kasih kepada seluruh guru pembimbing project ini sehingga bisa dilaksanakan dengan baik. Presentasi yang menggunakan bahasa Arab hari ini melatih semua santri agar terampil dan percaya diri di depan publik, sekaligus mampu memaparkan hasil riset secara sistematis,” paparnya.
Dukungan juga disampaikan oleh perwakilan BPP, Ust. Suwardi. Ia menyambut bahagia digelarnya agenda yang menegaskan komitmen sekolah dalam melahirkan generasi unggul. “SMP MBS Al-Amin selalu berproses untuk tujuan tersebut. Namun, syarat menjadi pelajar unggul haruslah belajar cerdas, tamak (bersemangat) belajar, sabar, patuh kepada guru, dan belajar terus-menerus sepanjang masa,” pesannya.
Inovasi dari Tiap Kelas: Dari NASA hingga Smart Home
Seminar kali ini memamerkan beragam project yang menggabungkan nilai religius (melestarikan alam/ihyaul mawat) dengan aplikasi sains dan teknologi. Presentasi seluruh project dilakukan oleh siswa dalam bahasa Arab, menunjukkan kemahiran bahasa dan penyampaian ilmiah.
Beberapa judul project yang dipresentasikan antara lain:
· Kelas 7A: “NASA (Natural Salep)” – Pemanfaatan ramuan tradisional daun sirih dan belerang untuk penyembuhan scabies.
· Kelas 7B: Pestisida Nabati dari bawang putih dan daun pepaya.
· Kelas 7C: Daur ulang ampas tebu dan serabut kelapa untuk mini notebook.
· Kelas 8A: Smart Home – Mengintegrasikan panel surya, sistem smart parkir, deteksi gempa, dan jemuran otomatis.
· Kelas 8B: Bahan Bakar Minyak (BBM) dari sampah plastik.
· Kelas 9A: Eksperimen transmisi daya nirkabel jarak dekat menggunakan Mini Tesla Coil.
Sementara itu Ust. Dr. KH. Syamsul Huda, M.Pd.I., selaku Dewan Pakar, secara khusus memberikan apresiasi. Menurutnya, seminar yang sudah kedua kalinya ini menunjukkan progres yang signifikan. “Kesiapan, pelaksanaan, dan mutu project lebih baik, padahal dikerjakan oleh santri tingkat SMP. Ini luar biasa,” ujarnya dalam sesi dialog.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk karya, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan, kemandirian penelitian, dan keberanian berkomunikasi ilmiah secara multilingual, mencetak santri yang siap menjawab tantangan zaman. (S.to)
