Bojonegoro, 5 Juli 2026 – Suasana khidmat menyelimuti Aula Simponi, Minggu (5/7), dalam acara Orientasi Wali Santri Baru Pondok Pesantren MBS Al Amin Religi (Riset dan Teknologi) Bojonegoro. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh wali santri kelas 7 dan 10 ini bertujuan untuk menyelaraskan visi antara pihak pesantren dan orang tua dalam mendampingi proses tumbuh kembang santri di era modern.
Acara yang berlangsung hikmat ini menghadirkan dua narasumber utama dengan materi yang komprehensif. Pada sesi pertama, Ibu Indah Fajrotuz Zahro, M.Psi, memaparkan materi seputar psikologi perkembangan remaja. Beliau secara gamblang memaparkan pentingnya peran serta pondok dan wali santri dalam berkolaborasi menciptakan iklim pendidikan yang sehat dan positif.
“Memahami fase remaja dan 4 jenis karakter manusia adalah kunci bagi orang tua untuk tetap menjadi pengaruh positif, meskipun anak tinggal di pesantren. Dampak orang tua sangat signifikan, mereka tetap menjadi panutan utama (role model) bagi anak,” ujar Ibu Indah dalam pemaparannya, menekankan bahwa pendidikan tidak berhenti di gerbang pesantren.
Memasuki sesi kedua, Ustadz KH Zainuddin, AS selaku Ketua BPP dan Kyai Pondok Pesantren MBS Al Amin Religi memberikan arahan fundamental mengenai jiwa kepesantrenan. Beliau memaparkan tiga pilar utama yang menjadi ruh pendidikan di MBS Al Amin Religi, yaitu Panca Jiwa, Panca Jangka, dan Empat Tertib.
“Panca Jangka hadir untuk mengawal Panca Jiwa. Jika Panca Jiwa adalah ruh dan karakter santri, maka Panca Jangka adalah strategi dan arah pengembangannya,” tegas KH Zainuddin di hadapan para wali santri.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa Panca Jiwa yang meliputi Keikhlasan, Kesederhanaan, Kemandirian (Berdikari), Ukhuwah Islamiyah, dan Kebebasan, harus terimplementasi dalam setiap aspek kehidupan di pesantren. Sementara Panca Jangka, yang mencakup pendidikan dan pengajaran, sarana dan prasarana, pembiayaan, serta kesejahteraan pondok menjadi fondasi bagi pesantren untuk terus berkontribusi bagi umat dan bangsa.
Kolaborasi antara orang tua dan pesantren ini menjadi perhatian utama, sejalan dengan status MBS Al Amin Religi sebagai pilot project Pesantren Muhammadiyah Sistemik (PMS) yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan pendekatan sains dan teknologi . Dengan adanya sinergi yang kuat, diharapkan para santri dapat tumbuh menjadi generasi unggul yang berakhlak mulia, mandiri, dan mampu bersaing di era global.(s.to)