BOJONEGORO – Dalam upaya menyambut tahun ajaran baru, seluruh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan SMA MBS Al Amin Religi (Riset dan Teknologi) Bojonegoro mengikuti kegiatan In House Training (IHT) dengan tema “Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan KOSP SMA MBS Al Amin Religi (Riset dan Teknologi) Tahun Pelajaran 2026/2027” pada Ahad (5/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mematangkan kesiapan guru dalam menyusun perangkat ajar dan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) yang sesuai dengan karakteristik sekolah berbasis riset dan religi.
Kepala SMA MBS Al Amin, Bapak Siswanto, S.Pd., menyambut program ini dengan penuh antusias. Menurutnya, IHT ini merupakan momentum penting bagi para pendidik untuk mendapatkan pengalaman baru dan memperkaya wawasan, terutama dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara lebih mendalam.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena akan banyak memberikan pengalaman baru bagi para pendidik dalam menyusun perangkat ajar yang kreatif dan inovatif,” ujar Siswanto saat membuka acara di ruang rapat sekolah.
Narasumber utama kegiatan ini adalah Ibu Anis Fathul Cholis, M.Pd., selaku Pengawas Pembina dari Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Dalam pemaparannya, ia menekankan tiga poin penting yang harus dipegang teguh oleh guru di era transformasi pendidikan. Guru harus terus belajar dan melakukan peningkatan kompetensi. Guru juga dituntut untuk selalu berinovasi, tidak hanya dalam metode mengajar tetapi juga dalam memotivasi siswa agar mencapai potensi terbaiknya.
“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Kedisiplinan adalah kunci sukses dalam proses pembelajaran, dan yang terpenting, cintailah pekerjaan Anda sebagai guru. Karena dengan cinta, pekerjaan berat terasa ringan dan membawa berkah,” tegas Anis Fathul Cholis di hadapan para peserta.
Kegiatan IHT ini menjadi langkah strategis SMA MBS Al Amin Religi dalam memastikan seluruh guru mampu menyusun perangkat pembelajaran yang tidak hanya administratif, tetapi juga aplikatif dan berdiferensiasi sesuai kebutuhan siswa. Dengan semangat pembaruan, sekolah berkomitmen untuk terus mengintegrasikan nilai-nilai religi, riset, dan teknologi dalam setiap proses belajar mengajar, sejalan dengan tema yang diusung.
Pelatihan yang berlangsung interaktif ini diharapkan mampu menghasilkan produk nyata berupa perangkat ajar yang siap pakai, serta penguatan pemahaman terhadap KOSP yang akan menjadi pedoman operasional sekolah pada tahun ajaran 2026/2027. (S.to)